Anak Laki-laki dan Permainan Tembak-tembakan

 

Mengawasi perkembangan anak usia dini membutuhkan kesiapan fisik dan mental orang tua. Hal sekecil apapun dapat membuat orangtua yang baru memiliki anak bingung untuk beraksi dan menanggapi sesuatu. Misalnya, situasi yang sering dialami oleh orang tua dari anak laki-laki berusia 3 atau 4 tahun. Pada usia tersebut, anak laki-laki sangat gemar bermain tembak-tembakan. Meskipun “senjata” yang digunakan hanyalah tangan mereka sendiri, tapi fakta bahwa anak yang masih sangat polos dan belum mengerti apa-apa sudah mengenal kata-kata, “Tembak!”, “Dor, dor, dor!” atau “Mati!!” cuku membuat banyak orang tua bingung dan takut. Lalu, apa yang mesti dilakukan?

Sebenarnya, bermain tembak-tembak seperti ini sangat wajar dilakukan oleh anak laki-laki. Justru, dengan ikut bermain dan bereaksi pura-pura tertembak akan membantu anda memahami cara berpikirnya. Namun, jika anda tetap merasa tidak nyaman dengan cara bermainnya, kemukakanlah pikiran anda padanya. Ajak bicara si kecil dan beri tahu padanya bahwa anda merasa tidak nyaman dan takut ketika ia menodongkan “senjata” padanya. Secara perlahan, anak anda akan mengerti dan mencari permainan lain yang bisa membuat anda nyaman. Jika ia tetap tidak berubah, tanamkan nilai-nilai yang menerangkan secara sederhana fungsi sebenarnya dari “senjata” dan tindakan “menembak” yang sering dilakukannya. Anda bisa menerangkannya lewat film kartun atau dongeng yang menerangkan profesi polisi atau semacamnya. Semoga artikel mengenai perkembangan anak usia dini ini bermanfaat untuk anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s